Banyak orang Kristen ketika mendengar nama Hagar, maka yang
muncul adalah perasaan negatif. Ia sering dikaitkan dengan ketidaksetiaan
Abraham, pesaing Sara, menurunkan bangsa yang kemudian dianggap
bermusuhan dengan Israel dan seterusnya. Rasanya sulit mencari orang
yang berpihak atau bersimpati kepada Hagar dalam keseluruhan cerita
perjalanan keluarga Abraham. Bahkan mungkin saja ketika seseeorang
bersimpati kepadanya, ia akan dianggap memihak kepada kesalahan.
Kalau kita membaca keseluruhan kisah Hagar di kitab Kejadian, kita
perlu menyingkirkan terlebih dahulu prasangka negatif yang sudah
tertanam dalam benak kita. Hagar bukanlah wanita yang merebut suami
orang. Ia tidak menawarkan diri untuk menjadi suami Abraham. Malah
sebenarnya, ia adalah korban. Korban dari solusi yang ditawarkan oleh Sara
dan disetujui Abraham. Korban dari ketidaksabaran akan janji Allah.
Akibatnya, ia mengalami penderitaan. Ia diusir. Menariknya, dalam
pelariannya di padang gurun, Allah menunjukkan kasih sayang dan
pemeliharaan-Nya. Malaikat Allah menjumpai Hagar secara khusus,
memanggil namanya dan memberikan petunjuk untuk meneruskan
kehidupannya. Bahkan Allah memberikan janji pemeliharaan akan
keturunannya kelak. Nama anaknya pun dipilihkan oleh Allah, yaitu Ismael.
Allah menekankan bahwa Dia mendengarkan dan peduli akan penindasan
dan penderitaan yang ia alami. Hagar pun menyebut nama Tuhan sebagai El-
Roi (Allah yang melihat aku).
Mungkin kita pun pernah merasa tidak ada kepedulian dari orang di
sekitar ketika kita dalam masa-masa sulit. Atau bahkan kita merasa Allah
pun tidak mempedulikan ketika kita mengalami penderitaan yang bukan
karena kesalahan kita. Di dalam kitab Ibrani 4:15, dikatakan bahwa Imam
Besar yang kita miliki, yaitu Tuhan Yesus, adalah Pribadi yang dapat turut
merasakan kelemahan kita. Ia bukan saja memahami penderitaan kita, Dia
juga peduli. Seperti Allah yang peduli dan tetap menjaga Hagar, Dia juga
setia kepada umat Nya dan terus menyatakan kasih pemeliharaan-Nya.
Jangan penah ragu untuk datang kepada-Nya dan menyampaikan keluh
kesah kita. Dia adalah Allah yang merawat umat-Nya di setiap musim
kehidupan.