Ketika anak-anak menginjak usia 6 tahun, orang tua biasanya sibuk
dengan proses pendaftaran masuk ke Primary School. Bahkan proses ini bisa
dimulai sejak 1-2 tahun sebelumnya bagi orang tua yang menjadi sukarelawan
demi meningkatkan kans anaknya untuk masuk ke sekolah favorit, di mana
kompetisinya sangat ketat.
Kabar baik bagi kita semua orang beriman! Allah Bapa kita di surga sudah
mendaftarkan dan menerima kita di ‘sekolah’ terbaik untuk menempa anak-
anak-Nya menjadi manusia-manusia terbaik dalam perspektif Allah. Bahkan
semua manusia, entah beriman kepada Kristus atau tidak, baik secara sadar
maupun tidak, pasti mengalaminya, yaitu the School of Suffering (sekolah
penderitaan). Ketika Allah memanggil Abraham di Kejadian 12:1-3, Allah tidak
menjamin bahwa hidupnya akan lancar. Sebaliknya hidup Abraham semakin
penuh tantangan. Abraham harus meninggalkan kampung halamannya di Ur,
di mana dia sudah hidup nyaman, setelah itu dia harus tinggal di tenda dan
hidup berpindah-pindah selama 100 tahun, keluar masuk berbagai negeri asing
untuk mendapatkan ijin memasang kemah, berperang melawan raja-raja
Mesopotamia, dan lain sebagainya. Yang perlu kita perhatikan adalah melalui
school of suffering ini, Allah sedang mempersiapkan Abraham sebagai bapa
leluhur bagi umat pilihan Allah, menjadi bapa bagi semua orang beriman. Allah
tidak mempersiapkan Abraham dalam sekejap, tapi berpuluh tahun dalam
perjalanannya mengikuti Allah.
Kalau Allah mengijinkan kita anak-anak-Nya mengalami penderitaan atau
pencobaan yang berat, itu artinya Allah sedang mempersiapkan dan
mengubahkan kita untuk suatu hal besar, baik pelayanan atau tanggung jawab,
di kemudian hari. Di dalam Kristus, kita adalah ciptaan baru. Allah
menggunakan penderitaan dan kesulitan hidup untuk mengikis semua sisa-sisa
keberdosaan dari manusia lama kita. Penghiburan terbesar bagi kita adalah
bahwa anugerah Tuhan itu selalu cukup bagi kita, dan Dia tidak membiarkan
kita berjalan sendiri tanpa penyertaan dan kuasa-Nya.