Membaca keluh kesah Yakub mengenai Laban dan anak-anaknya di
Kejadian 31(ayat 4-16), kita tidak hanya melihat konflik dalam keluarga –
antara mertua dan menantu, tetapi juga isu ketidakadilan yang terjadi di
dalam dunia. Laban mengeksploitasi keponakannya Yakub, yang sedang
mencari perlindungan dan seorang istri bagi dirinya. Alih-alih
memperlakukan Yakub sebagai sanak-keluarga, Laban memperlakukannya
sebagai seorang buruh secara tidak adil. Tetapi kita juga tahu bahwa Yakub
menerima perlakuan itu semua sebagai disiplin dari Tuhan atas
ketidakjujurannya terhadap Ishak, Esau, dan juga kepada Laban.
Di tengah ketidakadilan yang dialaminya, Yakub menyadari bahwa
satu-satunya pribadi yang berlaku adil bahkan berbelaskasihan kepadanya
adalah Allah sendiri (ayat 4,7,9). Bahkan sebelum malapetaka menimpa
Yakub, dalam kedaulatan-Nya Allah sudah turun tangan untuk mencegah
Laban berbuat jahat (ayat 24). Di tengah dunia yang penuh ketidakjujuran
dan ketidakadilan ini, kita memiliki Allah yang kudus, adil, dan
berintegritas. Pada saat yang sama Allah tidak menutup mata dan tidak
tinggal diam atas ketidakadilan yang dialami umat-Nya, dan Dia juga tidak
pernah ingkar janji. Ini berbeda dengan manusia yang sering berkeluh kesah,
seperti Yakub, ketika diperlakukan secara tidak adil, namun seringkali numb
(‘mati rasa’) ketika orang lain yang diperlakukan tidak adil, atau bahkan
ketika kita secara tidak sadar memperlakukan orang lain dengan tidak
benar.
Kejadian 31 memberikan kita penguatan dan penghiburan bahwa
ketika kita mengalami penindasan atau ketidakadilan yang terselubung,
Allah melihat, Allah peduli, dan Dia akan bertidak pada waktu-Nya. Dan
kedaulatan Allah juga tidak berarti bahwa Allah tutup mata terhadap dosa
umat-Nya. Seperti Yakub yang mengalami disiplin dari Allah seumur
hidupnya untuk memahami keadilan dan kasih setia-Nya, demikian juga
umat Allah diijinkan mengalami kesulitan dan penderitaan dalam hidup,
supaya kita dapat mengenali, mengamini, dan mengikuti teladan Allah
untuk hidup dengan menjalankan keadilan dan berbelaskasihan kepada
sesama.
- 20 September, 26
- 20:04
- Majelis One Sisfo