Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan,
tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah
hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan.
ROMA 12:19
Sering ketika mengalami ketidakadilan, kita merasa memiliki hak
untuk marah dan membalas. Semakin besar ketidakadilan yang kita terima,
semakin “hak marah” itu kita tuntut dengan takaran yang seimbang. Maka
kita merasa memiliki alasan pembenar dan dapat dimaklumi kalau tindakan
pembalasan kita atau bentuk kemarahan kita menjadi sedikit berlebihan.
Kita merasa itu cukup adil.
Itulah yang dilakukan Simeon dan Lewi dalam Kejadian 34. Ketika
Dina, adiknya, diperkosa oleh Sikhem, Simeon dan Lewi sangat marah. Bukan
cuma itu, mereka mencari cara untuk membalas dendam. Mereka menuntut
keadilan dengan cara menipu dan membunuh semua laki-laki di kota itu,
lalu menjarah harta benda mereka. Kemarahan mereka rasanya dapat
dimengerti. Namun cara mereka meluapkan kemarahan dan membalas
kejahatan Sikhem, adalah tindakan yang tidak dapat dibenarkan. Luka hati
mereka telah menggiring mereka kepada dosa kekejaman.
Kita mungkin tidak pernah melakukan hal-hal seperti yang dilakukan
oleh Simeon dan Lewi. Namun kitab isa saja melakukannya dalam bentuk
berbeda. Kita pernah berusaha membalas kejahatan seseorang dengan cara
tertentu yang memuaskan hati kita. Kita mungkin berusaha menyakiti balik
atau mempermalukan “lawan” kita.
Paulus mengingatkan kita bahwa pembalasan adalah hak Tuhan dan
tidak selayaknya kita mencari upaya untuk menuntut balas. Memang,
menyerahkan pembalasan kepada Allah bukan berarti menganggap
kejahatan sebagai sesuatu yang dapat dibenarkan. Kita bisa tetap menegur
atau megurus ketidakadilan, namun bukan dengan kebencian dan dendam
yang meluap.
Ketika kita terluka, jangan ijinkan luka membuat kita menjadi buta dan
melakukan dosa yang mungkin sama buruknya dengan mereka yang
melakukan ketidakadilan. Kita bisa membawa kemarahan kita kepada Tuhan
dan mengijinkan Allah yang membela kita. Kita mengembalikan hak
membalas kepada Allah yang maha adil. Dia tahu apa yang akan dilakukan-
Nya untuk membela hak orang-orang yang mengalami ketidakadilan.