Setiap orang percaya pasti pernah berdoa dan bahkan setiap saat
berdoa kepada Tuhan. Karena doa yang membawa kita dekat kepada-Nya.
Tetapi tidak setiap orang berdoa bagi orang lain, mereka hanya berdoa
untuk kepentingan dirinya dan keluarganya. Kita sadar Apa yang kita
doakan tidak selalu mendapatkan jawaban yang kita harapkan.
Dalam perikop ayat diatas, Abraham berani datang kepada Allah dan
berbicara dengan penuh hormat namun juga penuh keyakinan. Ini
menunjukkan bahwa Tuhan membuka jalan bagi umat-Nya untuk datang
dalam doa. Abraham tidak berkata, “Biarlah mereka dihukum.” Sebaliknya,
ia memohon agar orang benar diselamatkan. Di sini kita belajar bahwa umat
Tuhan dipanggil memiliki hati yang peduli terhadap sesama, kita
mendoakan orang lain, mengampuni, menolong yg lemah dan tidak cepat
menghakimi. Tuhan rindu agar umat-Nya menjadi saluran kasih di tengah
dunia yang penuh luka. Allah tidak menolak doa Abraham. Bahkan dalam
percakapan itu menunjukan kedekatan hubungan antara Allah dan
Abraham. Firman Tuhan mengajarkan bahwa:” Doa orang benar, bila dengan
yakin didoakan, sangat besar kuasanya.”
Dalam doa Abraham, muncul keyakinan, masakan Hakim segenap
bumi tidak menghukum dengan adil. Allah memang adil, tetapi juga penuh
belas kasih. Ia memberi kesempatan, mendengar doa, dan memperhatikan
orang benar. Kadang kita merasa dunia tidak adil, karena doa belum
dijawab, atau keadaan tidak berubah. Namun kisah ini mengingatkan bahwa
Allah bekerja dengan hikmat dan kasih-Nya yang sempurna. Melalui bagian
ini kita melihat bagaimana Tuhan mendengar doa umatNya, Tuhan
memperhatikan orang benar, Tuhan menghargai hati yang penuh belas
kasih, Tuhan sanggup memakai doa orang percaya untuk membawa berkat
bagi banyak orang. Doa bukan sekadar rutinitas, tetapi hubungan dengan
Allah yang hidup.
Di zaman sekarang, Tuhan juga mencari orang-orang yang mau berdiri
dalam doa bagi keluarga, gereja, bangsa, dan sesama. Dunia semakin gelap
dan kita sebagai orang percaya perlu berdoa. Kiranya hidup kita bukan
hanya sibuk meminta berkat, tetapi juga menjadi pembawa kasih dan
pengharapan bagi orang lain. Siapkah kita menjadi kepajangan tanganNya
untuk mengasihi sesama, mulai dengan berdoa bagi umatNya?
- 31 May, 26
- 14:18
- Majelis One Sisfo