Sebuah mobil sport tercanggih dan termewah sekalipun akan menjadi
pajangan besi tua yang tidak berguna jika tangki bahan bakarnya kosong.
Seberapa besar mesin dan kapasitasnya, dia tetap mati tanpa adanya daya
yang menggerakkan.
Banyak dari kita hidup seperti mobil mewah tanpa bahan bakar ini.
Kita tahu janji-janji Allah di dalam Alkitab, kita memiliki status sebagai
anak-anak Allah, tetapi hidup rohani kita terasa ‘mogok’ dan tawar.
Sebelum naik ke surga, Yesus menjanjikan Penolong, yaitu Roh Kudus.
Janji agung ini digenapi secara luar biasa pada hari Pentakosta, seperti yang
dicatat dalam Kisah Para Rasul 2:1-13.
Roh Kudus adalah ‘Bahan Bakar Ilahi’ yang dicurahkan untuk
menyalakan mesin kehidupan para murid, mengubah janji tertulis menjadi
kuasa yang nyata dan bergerak membawa dampak.
Ketika Roh Kudus dicurahkan, Dia memberikan kuasa yang baru. Dia
mengubahkan murid-murid yang tadinya ketakutan dan lumpuh rohani
menjadi saksi-saksi Kristus yang berani berkhotbah tentang perbuatan-
perbuatan besar Allah.
Menariknya, orang-orang dari berbagai bangsa yang sedang berkumpul
di Yerusalem tertegun. Mereka mendengar perbuatan-perbuatan besar Allah
dinyatakan dalam bahasa ibu mereka sendiri.
Bahasa-bahasa yang berbeda melambangkan bahwa berita
keselamatan bukan hanya untuk satu bangsa, tetapi untuk seluruh dunia. Di
sini Allah menggenapi janji-Nya kepada Abraham untuk memberkati semua
bangsa di muka bumi (Kejadian 12:3).
Bagi orang percaya hari ini, janji Tuhan tidak digenapi melalui usaha
atau kebaikan moral kita, melainkan murni karena anugerah-Nya melalui
pekerjaan Roh Kudus. Di dalam Kristus, Roh Kudus telah ditempatkan di
dalam hidup kita. Dia adalah “Daya Ilahi” yang memampukan kita untuk
hidup kudus dan bersaksi di tengah dunia yang rusak.
Jangan bersandar pada kekuatan diri anda yang terbatas. Berserahlah
sepenuhnya pada kuasa Roh Kudus yang sanggup menggenapi janji-janji
Allah dalam hidup anda.