Hidup kita sebagai anak-anak Allah dilimpahi oleh janji-janjiNya. Kalau kita
google, ada banyak versi hasilnya: ’10 janji Allah’, ’50 janji Allah’ dan masih banyak
macamnya. Tapi pada intinya kita bisa merangkum janji-janji Allah menjadi 4 janji
yang mendasar.
Janji Allah pertama adalah ‘Pengampunan dan Kasih Karunia’. Ayat yang
mendasari ini ada di 1 Yoh 1:9 “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia
dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari
segala kejahatan.” Saat merasa bersalah dan berdosa, janji ini sangat diperlukan
untuk kita mengalami kasih Allah.
Janji berikutnya adalah ‘Kehadiran yang Tak Pernah Gagal’ yang tertulis di
Yesaya 41:10 “Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang,
sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau;
Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa
kemenangan.” Ketika merasa hopeless, tidak ada orang yang mengerti kita, janji ini
akan menghibur dan menguatkan.
Selanjutnya, janji ‘Kekuatan dalam Kelemahan’ yang tertulis di
Yesaya 40:31 “tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat
kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan
sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak
menjadi lelah.” Janji yang menguatkan saat kita tidak berdaya dan disadarkan
bahwa Dialah sumber kekuatan kita.
Janji terakhir adalah ‘Harapan dan Masa Depan’ dalam Yeremia
29:11 “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku
mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan
bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang
penuh harapan.” Tidak hanya menghibur tetapi juga memastikan bagaimana Allah
berkuasa menyiapkan masa depan yang indah bagi kita dalam rancanganNya.
Tapi mengapa Allah perlu memberikan janji-janjiNya kepada manusia, khususnya
kepada anak-anakNya.
Beberapa alasan utama mengapa Dia memberikan janji meliputi berikut ini.
Untuk menginspirasi iman: Janji Allah memberikan gambaran sekilas
tentang masa depan yang cerah kepada orang yang percaya, mendorong mereka
untuk mengambil keputusan saat ini yang didasarkan pada pengharapan, bukan
keputus-asaan pada keadaan sulit yang sedang dialami. Sebagai jangkar di masa
sulit: Tuhan tidak berjanji bahwa hidup selalu mudah, melainkan menjanjikan hal-
hal yang mungkin akan diuji oleh kesulitan—jaminan bahwa Allah tidak akan
pernah meninggalkan atau membiarkan umatNya. Untuk menyingkapkan
karakterNya: Janji-janji ilahi memperlihatkan sifat-sifat seperti kasih, kesetiaan,
serta kemampuan untuk melakukan hal-hal yang melampaui batas kemampuan
manusia.
Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk
mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang
terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Roma 8:28