Para pedagang Romawi kuno menekan cincin meterainya ke atas lilin
panas, meninggalkan kesan yang tidak bisa ditiru orang lain. Segel atau
meterai itu menyatakan kepemilikan dan menjamin keamanan dalam
pengiriman. Surat yang bersegel utuh berarti sampai ke tujuannya secara
terlindungi dan otentik.
Paulus meneguhkan orang-orang Kristen di Efesus bahwa saat mereka
beriman di dalam Kristus, mereka “dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang
dijanjikan-Nya itu”. Kata Yunani sphragizō (meterai) memiliki dampak yang
mirip dengan cincin pedagang Romawi di atas. Roh Kudus merupakan bukti
kepemilikan, otentikasi, dan perlindungan Allah atas umat-Nya. Kamu
adalah milik Tuhan, karena Meterai-Nya ada padamu. Tidak ada kuasa atau
pribadi yang dapat membantah klaim tersebut.
Di sini Paulus juga menambahkan Gambaran mengenai jaminan
(“down payment”) akan warisan kekal yang akan datang. Meterai tidak hanya
bersifat retrospektif (sudah dibeli), tetapi juga prospektif (hal yang lebih baik
lagi di masa depan). Roh Kudus yang tinggal di dalam kita adalah jaminan
kekekalan. Artinya segala pengampunan, pemulihan, keyakinan hati, damai,
dan sukacita rohani yang kita alami sekarang ini hanyalah cicipan dari apa
yang telah Tuhan janjikan untuk disempurnakan dalam kekekalan nanti.
Ingatlah bahwa meterai itu tidak diberikan berdasarkan performa kita tetapi
berdasarkan anugerah Allah yang kita terima melalui iman. Janji Allah tidak
memudar ketika kita gagal, karena itu bukanlah usaha kita sama sekali. Itu
adalah tanda dari Bapa, yang digenapi oleh Anak, dan diaplikasikan oleh Roh
Kudus. Mari kita syukuri senantiasa warisan surgawi yang Allah sudah
berikan kepada kita, dan hidup bukan sebagai seseorang yang berjuang
untuk mendapatkan penerimaan, tetapi sebagai seseorang yang sudah
menerima meterai dan jaminan kekekalan bersama Allah.
- 17 May, 26
- 00:17
- Majelis One Sisfo