Di Pengadilan, saat yang paling menegangkan adalah ketika terdakwa
menunggu keputusan hakim yang akan berkekuatan hukum tetap. Kalau ia
yakin tidak bersalah, maka ia berharap dibebaskan dan akan merasa tidak
adil jika harus menerima hukuman. Namun kalau ia sadar telah bersalah dan
layak dihukum, maka ia hanya menunggu jenis hukuman apa yang akan
dijatuhkan. Ia sama sekali tidak berharap akan dibebaskan dari hukuman.
Dalam peradilan yang sehat, hampir tidak pernah ada cerita orang bersalah
akan dibebaskan.
Namun kisah keselamatan orang percaya sungguh berbeda. Semua
manusia dalam posisi bersalah dan layak untuk dihukum. Bahkan hukuman
yang seharusnya diterima adalah hukuman maksimal dan bersifat kekal.
Mereka akan dijauhkan dari hadirat Allah dan mengalami sengsara neraka
selamanya. Manusia tidak memiliki alasan pembenar atau yang sekadar
meringankan kesalahan. Hukuman itu begitu pasti sekaligus menakutkan.
Tetapi Allah, hakim yang Maha Adil itu juga adalah Hakim yang Maha
Kasih. Dia menganyam keadilan dan kasih-Nya melalui pengorbanan Tuhan
Yesus yang datang ke dunia dan menjalani hukuman menggantikan manusia
yang berdosa. Di kayu salib, keadilan dan kasih dipertemukan. Ada
hukuman yang yang ditanggung oleh Kristus sebagai bentuk kasih Allah
kepada manusia yang bersalah. Pengampunan diberikan karena ada Pribadi
yang berkorban. Kita dianggap benar karena darah-Nya.
Pengampunan dan Keselamatan tersebut dapat kita terima dengan
cuma-cuma melalui iman kepada karya pengorbanan Kristus. Banyak yang
beranggapan bahwa pemberian yang cuma-cuma berarti sifatnya murahan.
Apakah sesuatu yang gratis selalu berarti tidak berharga? Bukankah
pemberian cuma-cuma alias gratis juga bisa diartikan sebagai anugerah atas
sesuatu yang kita tidak mampu mengusahakannya?
Bila seorang penjahat yang seharusnya dihukum namun dibebaskan
atas tanggungan orang lain, apa yang kita harapkan daripadanya di
kemudian hari? Perenungan akan anugerah pengampunan seharusnya
menjadikan hidupnya berbeda. Kehidupan seperti apakah yang kita jalani
sebagai orang-orang yang telah diampuni dan diselamatkan?
- 7 June, 26
- 00:00
- Majelis One Sisfo