Sering kali kita berpikir bahwa misi hanya dilakukan oleh mereka yang
diutus ke tempat-tempat yang jauh. Kadang kita berpikir, kegiatan Misi
bukan untuk saya, karena bakat saya berbeda. Namun, Firman Tuhan
mengingatkan bahwa setiap orang percaya telah ditempatkan Tuhan di
lingkungan masing-masing untuk menjadi garam dan terang. Di keluarga,
tempat kerja, sekolah, gereja, maupun masyarakat, Tuhan memiliki tujuan
mengapa kita berada di sana bukan merupakan suatu kebetulan tetapi ada
maksud Tuhan disana. Tuhan adalah Allah yang berdaulat.
Sepanjang Alkitab kita melihat bahwa Tuhan selalu menempatkan
orang-orang-Nya dengan sebuah misi.
• Yusuf ditempatkan di Mesir untuk menyelamatkan banyak orang
(Kejadian 41:37-43).
• Ester ditempatkan di istana untuk menyelamatkan bangsanya
(Esther:4-8).
• Daniel ditempatkan di Babel untuk menjadi kesaksian tentang Allah
yang hidup (Daneil 6:26-28)
• Paulus diutus ke berbagai bangsa untuk memberitakan Injil (Kisah
Para Rasul 9:15)
Demikian juga kita. Mungkin Tuhan menempatkan kita di perusahaan
tertentu, lingkungan tertentu, atau bahkan negara tertentu bukan hanya
untuk mencari nafkah, tetapi agar melalui hidup kita orang lain mengenal
Kristus.
Pada Bulan Misi ini, marilah kita introspeksi kepada diri sendiri:
• Siapa orang yang Tuhan percayakan untuk saya layani?
• Bagaimana saya dapat menjadi garam dan terang minggu ini?
• Apakah orang-orang di sekitar saya melihat kasih Kristus melalui
perkataan dan tindakan saya?
Misi dimulai bukan dari tempat yang jauh, tetapi dari tempat kita
berada saat ini, marikita kobarkan kembali hati untuk menjadi garam dan
terang. Tuhan akan memberikan kita keberanian untuk bersaksi, kasih
untuk melayani, hikmat dalam setiap perkataan, dan kesetiaan dalam setiap
pekerjaan kami. Pakailah hidup kami agar melalui kami banyak orang
mengenal Yesus Kristus dan memuliakan nama-Mu.
Di mana pun Engkau menempatkan kami, biarlah kami selalu siap
berkata, “Tuhan, utuslah aku dan pakailah aku.”